Tuesday, April 29, 2008

makalah ritel untuk youth ica dan hkmy

 

Komitmen Kopindo dalam Pengembangan Bisnis Retail

bagi Koperasi Pemuda di Indonesia

Oleh : Koperasi Pemuda Indonesia (KOPINDO)

(Disampaikan dalam Seminar and workshop on retail business and distribution for youth co-operative, di yogyakarta, tanggal 17 Januari 2007)

Gempa yang disertai tsunami yang memporak-porandakan beberapa tempat membuat bangsa Indoesia terisak. Jumlah korban yang tidak sedikit membuat pilu seluruh rakyat di negeri ini, namun demikian cobaan ini harus dilalui dengan ihlas serta tabah. Hidup harus dilanjutkan lagi…, Kebutuhan Bahan dan Barang sehari-hari merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda dan terus berkelanjutan. Harga barang yang tidak seimbang dengan kemampuan beli masyarakat (terlebih masyarakat korban bencana di Yogyakarta) semakin membuat masyarakat menderita. Bisnis ritel mempunyai peran strategis dalam permasalahan ini. Koperasi Pemuda khususnya Koperasi Mahasiswa sebagai generasi penyempurna mempunyai peran strategis dalam memimpin pembenahan dan perubahan dalam bisnis ritel.

Persaingan merupakan kunci dari bertahan hidup atau tidaknya sebuah usaha, tetapi dengan persaingan itu pula akan muncul sebuah inovasi, kreativitas, serta berbagai kemajuan lain dalam sebuah usaha. Koperasi Pemuda sebagai salah satunya tidak akan terhindar dari sebuah persaingan.

Kita ketahui bersama salah satu unit usaha koperasi yang paling mempunyai pengaruh penting adalah usaha dalam menyediakan kebutuhan sehari-hari yang langsung terjadi transaksi dengan anggota (konsumen) dalam kata lain disebut sebagai usaha ritel. Usaha ritel di indonesia berkembang dengan sangat cepat sekali, sehingga persaingan antar pengusaha ritel sangat tajam. Sebagai seorang pengusaha kita harus mampu untuk mengikuti perkembangan tersebut dengan sumber daya yang kita miliki.

Persaingan yang muncul salah satunya adalah persaingan dalam harga barang. Secara umum ada tiga faktor yang mempengaruhi harga barang tersebut, yaitu jalur distribusi, proses distribusi, serta permodalan. Jalur distibusi yang saat ini terlalu panjang kita lalui membuat harga dasar sampai ditangan kita menjadi cukup mahal. Dalam proses distribusi juga akan terasa sangat mahal ketika jalur distribusi juga panjang. Kelemahan kita sementara ini adalah melakukan belanja barang secara sendiri-sendiri sehingga kuantitasnya pun menjadi kecil dan tidak pernah mendapat rabat distribusi.

Industri ritel modern yang akhir-akhir ini sangat meresahkan kita adalah industri ritel minimarket dengan pola waralaba (seperti: AlfaMart, IndoMart, YoMart, dll). Mereka mampu untuk melakukan penetrasi pasar dengan sangat mudah, perebutan pasar yang dilakukan dengan mudah oleh industri ritel ini disebabkan oleh layanan yang baik, harga murah, serta tempat yang nyaman. Tiga hal tersebut yang mampu membuat para konsumen lebih memilih untuk masuk ke industri ritel ini, dan  dari dalam mereka sendiri telah didukung manajemen yang cukup baik, antara lain sudah tersedianya distribution center (DC), pembelian barang dari produsen dengan partai besar, komunikasi gerai dengan DC sudah langsung online, serta pola manajemen toko yang sudah terstandar.

Namun demikian, Masih banyak peluang bagi Koperasi untuk mampu bersaing dengan Industri Ritel di Indonesia, pertama mereka tercetak seperti industri sehingga tidak flexible dalam menentukan harga, jumlah barang, jenis barang, serta kualitas barang. Gerai hanya tahu bagaimana menjual barang yang ada, bukan berdasarkan atas permintaan dan kebutuhan konsumen. Kedua Segmentasi Pasar yang sudah ditentukan, peluang segmentasi pasar eceran lain masih belum terjangkau (seperti pasar konsumen untuk barang-barang UKM). Ketiga Kebijakan tergantung dari pusat sehingga tidak flexible dalam manajemen toko.

Koperasi Pemuda Indonesia (KOPINDO) sebagai Induk Koperasi Pemuda di Indonesia mempunyai komitmen untuk memberdayakan potensi ekonomi anggotanya. Komitmen KOPINDO dalam mengembangkan potensi ekonomi anggota diwujudkan dalam berbagai bentuk program sistemik. Antara lain adalah dengan melakukan pendidikan dan pelatihan ritel, Merintis pembangunan distribution center (DC) di beberapa daerah. Saat ini yang menjadi pioner dalam langkah pembentukan DC ini adalah rintisan bisnis AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) di Kabupaten Malang. Diharapkan dengan adanya aksi bisnis riil dalam pemasaran serta penggarapan potensi pasar di Kabupaten Malang dan sekitarnya akan menjadi rintisan distribution center bagi gerakan koperasi di Kabupaten Malang.

Meskipun demikian KOPINDO tidak menutup kemungkinan potensi kota atau daerah lain yang mampu untuk menjadi pioner dalam mewujudkan distribution center atau yang lebih mudah untuk diwujudkan melalui join buying. Yogyakarta merupakan daerah potensial untuk didirikan sebuah distribution center, selain wilayahnya mudah dijangkau,Yogyakarta memiliki potensi pasar yang sangat besar serta beberapa confinience store masih belum masuk. Untuk itu KOPINDO akan sangat mendukung jika hari ini terjadi sebuah kesepakatan bersama bahwa gerakan Koperasi Pemuda di Yogyakarta secara bersama-sama membangun distribution center.

Semoga cita-cita mulia ini akan menjadi bukti bahwa Pemuda Koperasi di Yogyakarta Peduli akan tanggung Jawab masa depan Bangsa Indonesia. Bangsa yang terbebas dari Kapitalisme Global, Bangsa yang mampu menetukan Nasib Bangsanya Sendiri, serta Bangsa yang hidup dengan semangat Wellfear State.

Another world is Posible…..,

Bravo Koperasi Pemuda…,!

Bravo Indoensia…,!


Posted by Yusuf Budi S. in 13:46:39
Comments

Leave a Reply